konsultanpemetaan.com – Hai, sahabat konsultan di industri tambang dan konstruksi! Sahabat konsultan pasti sering denger istilah “dewatering,” kan? Tapi, sebenernya apa sih sistem dewatering yang efektif buat open pit dan quarry itu? Gak cuma sekadar “ngelabuhin air” doang, lho. Ini adalah strategi kunci biar operasi sahabat konsultan tetap jalan tanpa gangguan banjir, lereng aman, dan produktivitas maksimal. Yuk, kita bahas detailnya biar kita semua makin paham dan bisa aplikasiin dengan tepat!
Dewatering itu Apa?
Bayangin lagi kerja di lokasi galian yang dalem, eh tiba-tiba ujan deres. Area kerja jadi kayak kolam renang dadakan aktivitas lumpuh, alat berat ngambang (bahaya!), dan risiko longsor meningkat. Nah, sistem dewatering tuh solusinya. Intinya, ini adalah metode buat ngontrol dan ngelurin air tanah maupun air permukaan dari area kerja, biar kondisi lokasi tetap kering, stabil, dan siap buat digarap. Kalo gak dikelola bener, bisa-bisa proyek jadi “project basah” yang bikin stres dan rugi besar!
Sumber Air di Open Pit & Quarry
Berikut ini sumber air di tambang open pit dan Quarry:
Air Hujan
Ini sumber yang paling obvious. Saat hujan deres, air bakal ngumpul dengan cepat di cekungan pit atau quarry. Tanpa drainase yang oke, area kerja bisa jadi kolam renang dadakan dalam hitungan jam. Volume-nya gak main-main, apalagi di musim penghujan!
Air Tanah
Nih, musuh utama yang sering kelewat: air tanah dari akuifer. Dia merembes pelan-pelan ke area galian. Makin dalem, makin bahaya. Bikin lantai becek dan ancam kestabilan lereng. Silent but deadly, beneran!
Air dari Rekahan Batuan
Ini tipe air tanah spesial yang ngumpul atau mengalir di celah-celah atau rekahan batuan. Sering gak terprediksi! Bisa aja tiba-tiba pas lagi ngebor atau ngedisposal, keluar semburan air dari rekahan itu. Kayak dapet “bonus” yang gak diinginkan.
Air Permukaan dari Sekitar
Jangan lupa sama topografi sekitar. Lokasi kita bisa aja jadi daerah rendahan, sehingga air dari area yang lebih tinggi ikut mengalir masuk ke pit kita. Atau, bisa juga ada mata air atau aliran sungai kecil di sekitar yang ikut berkontribusi.
Air dari Aktivitas Operasional
Yes, kita sendiri kadang bikin “sumber air” tambahan! Air dari pencucian alat, dust suppression (penyiraman buat ngendepin debu), atau air proses lainnya bisa nambah volume air yang harus dikelola.
Jenis Sistem Dewatering
Berikut ini jenis sistem dewatering yang sering dipake:

