konsultanpemetaan.com – Hai, Sahabat konsultan mau tahu gimana caranya dapetin Sertifikat Laik Fungsi (SLF) buat bangunan ramah lingkungan alias green building. Buat sahabat konsultan yang urus properti atau pengen bangunan lebih sustainable, wajib simak! Rangkuman dari berbagai sumber, dari dasar hukum, syarat, sampai tahapannya. Santuy, kita bikin seru!
Table of Contents
ToggleDasar Hukum SLF Bangunan Ramah Lingkungan
Beriku ini dasar hukum yang berlaku buat SLF green building:
UU No. 28 Tahun 2002
Ini induk aturan bangunan di Indonesia. Jadi fondasi awal yang mewajibkan setiap bangunan memenuhi syarat administratif dan teknis, termasuk kelaikan fungsi. Semua turunan aturan SLF merujuk ke sini.
UU No. 11 Tahun 2020
Omnibus Law ini ngubah total sistem perizinan. IMB bertransformasi jadi PBG, dan posisi SLF makin kuat sebagai syarat wajib sebelum bangunan dioperasikan. Urusan jadi lebih streamline tapi aturan teknis makin ketat.
PP No. 16 Tahun 2021
Ini aturan teknisnya. Ngatur detail gimana cara dapetin PBG dan SLF. Jadi pedoman utama pemerintah daerah buat nerbitin SLF, termasuk ngecek aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, sama kemudahan bangunan.
Permen PUPR No. 21 Tahun 2021
Bintang utama buat green building! Secara khusus ngatur kriteria bangunan hijau, dari perencanaan sampai pembongkaran. Ngejelasin parameter kayak hemat energi, hemat air, sama pake material ramah lingkungan.
Perda Setempat
Aturan pusat udah jelas, tapi teknis di lapangan bisa beda tiap daerah. Soal tarif retribusi sama mekanisme pengurusan SLF diatur lewat Perda masing-masing kota. Wajib cek aturan di daerah sahabat konsultan, ya!
Syarat Dapetin SLF untuk Bangunan Ramah Lingkungan
Berikut ini syarat wajib dapetin SLF buat green building:
Punya Sertifikat GREENSHIP
Bangunan sahabat konsultan harus tersertifikasi GBCI dengan rating GREENSHIP biar terbukti beneran hijau, bukan cuma greenwashing. Penilaiannya meliputi tepat guna lahan, efisiensi energi, konservasi air, siklus material, kesehatan ruangan, dan manajemen lingkungan.
Ikutin Standar Permen PUPR No. 21/2021
Harus memenuhi aspek: efisiensi energi (panel surya, LED), konservasi air (daur ulang air hujan), material ramah lingkungan (lokal & bisa didaur ulang), kesehatan penghuni (ventilasi & cahaya alami), pengelolaan limbah konstruksi, dan ruang terbuka hijau minimal 30% dari luas lahan.
Dokumen Administratif Lengkap
Siapin PBG/IMB aktif, as-built drawing sesuai kondisi asli, bukti kepemilikan tanah, NPWP, plus dokumen lingkungan kayak UKL/UPL atau AMDAL yang udah disetujui. Jangan sampe kurang, soalnya bakal dicek satu-satu.
Lolos Inspeksi Lapangan
Tim teknis bakal ngecek langsung sistem mekanikal-elektrikal, struktur bangunan, proteksi kebakaran, sampai kualitas udara. Khusus green building, mereka bakal uji apakah sistem hemat energi dan air beneran jalan sesuai desain.
Penuhi 20 Kriteria Kesehatan Bangunan
Yang sering kelupaan! SLF mewajibkan 20 kriteria kesehatan, kayak kualitas udara dalam ruangan (IAQ), ventilasi, pencahayaan alami & buatan, sanitasi, pengelolaan limbah, dan bebas jamur. Zaman now aspek ini makin krusial karena penghuni makin peduli sama lingkungan sehat.
Tahapan Mendapatkan SLF Bangunan Ramah Lingkungan
Berikut ini beberapa tahapan dapetin SLF green building:
| Tahapan | Aktivitas | Estimasi Biaya | Keterangan |
|---|---|---|---|
| 1. Persiapan Dokumen | Ngumpulin berkas kayak PBG/IMB, as-built drawing, bukti kepemilikan tanah, NPWP, dokumen lingkungan (AMDAL/UKL-UPL), dan yang paling krusial—sertifikat GREENSHIP atau bukti kepatuhan green building lainnya . | Rp3 juta – 30 juta | Biaya jasa konsultan opsional, bisa lebih hemat kalau dikerjain sendiri . |
| 2. Pemeriksaan Kelaikan Teknis | Dilakukan oleh pengkaji teknis bersertifikat buat ngecek struktur bangunan, sistem mekanikal-elektrikal, proteksi kebakaran, dan verifikasi fitur ramah lingkungan sesuai Permen PUPR No. 21/2021 . | Rp5 juta – 50 juta | Buat bangunan hijau, pemeriksaan bisa lebih cepat karena ada insentif pengecualian inspeksi ulang kalau pake material SNI Hijau . |
| 3. Pengajuan Permohonan via SIMBG | Submit semua dokumen ke Dinas PUPR melalui sistem SIMBG (Sistem Informasi Manajemen Bangunan Gedung) buat verifikasi awal . |
Gratis (biaya administrasi termasuk retribusi) |
Pengajuan dilakukan online, tinggal upload dan tunggu verifikasi . |
| 4. Verifikasi dan Inspeksi Lapangan | Tim teknis Pemda turun gunung ngecek langsung kesesuaian bangunan sama dokumen dan standar teknis . | Termasuk dalam retribusi | Proses 3-5 hari kerja setelah verifikasi dokumen . Kalau ada ketidaksesuaian, lo dikasih waktu 6 bulan buat perbaiki . |
| 5. Pembayaran Retribusi | Bayar retribusi SLF sesuai SKRD (Surat Ketetapan Retribusi Daerah) yang diterbitkan Pemda . | Rp500rb – 10 juta | Tergantung luas bangunan, lokasi, dan fungsi gedung . Catatan penting: Pemegang sertifikat GREENSHIP dapet diskon 30%! . |
| 6. Penerbitan SLF | SLF diterbitkan setelah semua tahapan lolos dan pembayaran lunas . | – | Masa berlaku SLF buat green building lebih panjang bisa tembus 7 tahun! (Biasanya cuma 5 tahun) . |
Manfaat Memiliki SLF dengan Kategori Ramah Lingkungan
Berikut ini manfaat punya SLF green building:
Legalitas Auto Aman
SLF itu bukti resmi kalau bangunan sahabat konsultan layak fungsi. Tanpa SLF? Ilegal! Sanksinya berat: dari teguran, denda, sampai penutupan paksa. Bangunan hijau udah selangkah lebih maju dengan standar ketat, jadi aman dari jeratan hukum.
Nilai Properti Naik 11-15%
Properti bersertifikat hijau lebih dilirik investor dan penyewa. Pembeli modern makin sadar pentingnya bangunan aman, sehat, dan ramah lingkungan. SLF hijau jadi bukti kualitas dan kredibilitas properti sahabat konsultan.
Efisiensi Biaya Operasional
Dengan teknologi hemat energi kayak panel surya, lampu LED, dan daur ulang air hujan, konsumsi energi bisa turun sampai 25%! Tagihan listrik dan air auto hemat, plus biaya perawatan lebih murah karena material lebih tahan lama.
Kesehatan & Produktivitas Meningkat
Kualitas udara dalam ruangan lebih baik, ventilasi alami, pencahayaan sehat. Penghuni lebih jarang sakit dan produktivitas kerja naik. Studi nyebut lingkungan sehat bisa ningkatin fungsi kognitif sampai 61%!
Dapet Insentif Pemerintah
Ini yang sering kelupaan! Pemilik bangunan hijau bisa dapet diskon retribusi SLF hingga 30%, kemudahan perizinan, bahkan bantuan pendanaan. Masa berlaku SLF juga lebih panjang bisa tembus 7 tahun!
Kesimpulan
Intinya sahabat konsultan, ngurus SLF hijau = investasi jangka panjang yang worth it. Ikutin aturan UU No. 28/2002 sampai Permen PUPR No. 21/2021, sahabat konsultan dapet legalitas aman + banyak untung. Emang sih butuh effort & biaya Rp5,5-90 juta buat GREENSHIP, dokumen, inspeksi, retribusi (diskon 30% buat green building!). Tapi hasilnya? Nilai properti naik 11-15%, biaya operasional turun, penghuni sehat, plus insentif masa berlaku SLF tembus 7 tahun. Gak ada alasan buat nunda, kan?

