Prinsip Dasar Metode Admiralty
Berikut ini beberapa prinsip dasar metode admiralty:
Bisa Pakai Data Pendek
Kelebihan utama metode ini adalah bisa menganalisis data pasang surut cuma dari pengamatan 15 atau 29 hari doang . Cocok banget buat daerah yang nggak punya stasiun pengamatan permanen dengan data tahunan .
Bedah Sinyal Jadi 9 Komponen Utama
Metode ini memecah sinyal pasang surut jadi 9 konstanta harmonik, yaitu M₂, S₂, N₂, K₂, K₁, O₁, P₁, M₄, dan MS₄ . Hasilnya berupa nilai amplitudo (tinggi gelombang) dan fase (waktu keterlambatan) .
Fokus pada 4 Komponen Dominan
Secara teknis, metode Admiralty cuma secara eksplisit mempertimbangkan 4 komponen utama: M₂ (pengaruh bulan 2x sehari), S₂ (pengaruh matahari 2x sehari), O₁, dan K₁. Komponen lain dimasukkan lewat faktor koreksi .
Proses Perhitungan Bertahap
Metode ini punya alur perhitungan yang sistematis dari Skema I sampai VIII, dibagi jadi 3 tahap besar: pemisahan komponen harian, pemisahan komponen bulanan, dan perhitungan konstanta akhir . Butuh ketelitian ekstra karena prosesnya manual banget.
Hasil Akhir Bisa Nentuin Tipe Pasut
Dari nilai amplitudo yang didapat, bisa dihitung Bilangan Formzahl (F) buat nentuin tipe pasang surut suatu perairan, apakah semi-diurnal (dua kali sehari), diurnal (sekali sehari), atau campuran . Ini penting banget buat navigasi dan pembangunan pesisir.
Komponen Pasang Surut Utama
Berikut ini beberapa komponen pasang surut utama:
Komponen M₂
Komponen yang dihasilkan oleh gaya tarik bulan. Periode-nya sekitar 12 jam 25 menit, makanya disebut semi-diurnal alias dua kali pasang dalam sehari . Dalam tabel konstanta, M₂ biasanya punya amplitudo paling gede dibanding komponen lain, karena pengaruh gravitasi bulan memang paling kuat.
Komponen S₂
Komponen ini berasal dari tarikan gravitasi matahari dengan periode tepat 12 jam. Meskipun massa matahari lebih besar, jaraknya yang jauh bikin gaya pembangkitnya cuma sekitar 46% dari gaya bulan . S₂ ini biasanya jadi komponen terbesar kedua setelah M₂ .
Komponen K₁
Nah, ini komponen harian tunggal yang dipengaruhi sama deklinasi bulan dan matahari . Periode-nya sekitar 23 jam 56 menit. Karena gabungan dari dua benda langit, K₁ sering punya amplitudo yang cukup signifikan, terutama di perairan yang cenderung tipe pasut diurnal (sekali pasang sehari) .
Komponen O₁
Komponen ini juga dari pengaruh deklinasi bulan, dengan periode sekitar 25,82 jam. O₁ ini penting banget buat nentuin seberapa besar pengaruh bulan dalam pola pasang surut harian tunggal .
Komponen P₁
Terakhir, komponen dari deklinasi matahari dengan periode 24,03 jam. Pengaruhnya lebih kecil dari O₁, tapi tetap penting buat perhitungan akurat, terutama di perairan dangkal.
Langkah-Langkah Hitung Pasang Surut Metode Admiralty
Berikut ini langkah-langkah hitung pasang surut metode admiralty:
| Skema |
Nama |
Aktivitas Utama |
Output |
| Skema I |
Matriks Data Observasi |
Susun data tinggi muka air laut tiap jam (00.00–23.00) selama 15 atau 29 hari ke dalam tabel. Sebelum masukin data, lakukan smoothing dulu buat hilangin noise . |
Data mentah rapi dalam format matriks waktu vs tanggal. |
| Skema II |
Pemisahan Komponen Harian |
Kalikan data Skema I dengan Tabel Konstanta Pengali (+1, -1, atau 0) untuk tiap jam, lalu pisahin ke kolom X₁, Y₁, X₂, Y₂, X₄, dan Y₄ sesuai tanda positif/negatif . |
Nilai fungsi harian (X₁, Y₁, dst.) per hari pengamatan. |
| Skema III |
Akumulasi Harian |
Jumlahkan hasil Skema II selama periode pengamatan. Buat kolom X₀ jumlahin semua data harian. Untuk kolom X₁–Y₂ tambahkan 2000, dan X₄–Y₄ tambahkan 500 supaya hasilnya positif semua . |
Total kumulatif X₀, X₁, Y₁, X₂, Y₂, X₄, dan Y₄. |
| Skema IV |
Pemisahan Komponen Bulanan |
Pakai Tabel Konstanta Pengali Skema IV buat ngombinasikan hasil Skema III jadi parameter baru (X₁₀, X₂₂, Y₄ᴅ, dst.) . |
28 nilai parameter kombinasi X/Y. |
| Skema V & VI |
Ekstraksi Komponen Pasut |
Kalikan 28 parameter Skema IV dengan Faktor Analisa 29 Hari (Tabel 3) buat misahin 9 komponen utama: S₀, M₂, S₂, N₂, K₁, O₁, M₄, MS₄, K₂, dan P₁ . |
Nilai PR cos r dan PR sin r tiap komponen. |
| Skema VII |
Hitung Amplitudo & Fase |
PR = √[(PR cos r)² + (PR sin r)²] dan r = arctan(PR sin r / PR cos r). Lalu hitung g = V + u + w + p + r dan A = PR / (P × f × (1+W)) . |
Amplitudo (A) dan Fase (g°) tiap komponen. |
| Skema VIII |
Hitung Elevasi & Tipe Pasut |
Tentukan tipe pasut pakai Bilangan Formzahl (F) = (A_K₁ + A_O₁) / (A_M₂ + A_S₂). Hitung juga MSL (S₀), HHWL, LLWL . |
Tipe pasut (Semi-Diurnal/Diurnal/Campuran) & elevasi muka air. |