Apa Itu SI-SILO, Sistem Informasi Buat Sertifikasi Kelaikan Alat Berat dan Perlengkapan Kerja

Apa Itu SI-SILO, Sistem Informasi Buat Sertifikasi Kelaikan Alat Berat dan Perlengkapan Kerja

konsultanpemetaan.com – Hey, sahabat konsultan! Pernah liat alat berat kayak excavator atau crane yang lagi kerja di proyek? Kelihatannya kuat dan gagah, ya? Tapi tau nggak, di balik tampilan macho-nya, alat-alat itu harus punya “surat sehat” resmi biar nggak jadi bahaya di lapangan. Nah, buat ngurusin “surat sehat” itu, ada sistem digital keren bernama SI-SILO. Apaan, tuh? Yuk, kita bahas biar sahabat konsultan nggak kudet!

Pengertian SI-SILO

SI-SILO itu platform digital yang ngurus “KTP” atau sertifikat wajib buat alat berat kayak excavator dan crane. Sistem ini bikin semua proses inspeksi dan perizinan kelayakan alat jadi serba online, biar lebih efisien dan terpantau. Intinya, lewat SI-SILO, alat-alat proyek harus punya “surat sehat” resmi dulu sebelum boleh dipakai, demi keamanan kerja yang lebih terjamin.

Dasar Hukum SI-SILO

Berikut ini dasar hukum SI-SILO yang perlu sahabat konsultan ketahui:

Undang-Undang Ketenagakerjaan UU No. 13 Tahun 2003

Ini kayak “induk”nya. Pasal 86 sampai 87 UU ini secara tegas nyebutin kewajiban pengusaha buat nyediain alat kerja yang aman dan diuji. SI-SILO itu jadi alat buat nawarin kewajiban itu ke ranah digital, jadi sertifikasi laik operasi nggak bisa dianggap angin lalu.

See also  Cara Menghitung Biaya Kontraktor Cut and Fill di Depok, ini Detailnya

Konstruksi PP No. 50 Tahun 2012

Bagi pelaku konstruksi, aturan ini detail soal jaminan keselamatan, termasuk wajib pemeriksaan dan sertifikasi peralatan. SI-SILO hadir sebagai implementasi teknis untuk memastikan alat berat di proyek benar-benar laik operasi.

Permenaker No. 5 Tahun 2018

Permenaker ini khusus mengatur pemeriksaan K3 instalasi dan peralatan, termasuk kewajiban sertifikasi laik operasi yang dijalankan melalui sistem SI-SILO.

Surat Edaran & Instruksi Direktur Jenderal terkait

Selain aturan utama, biasanya ada petunjuk teknis (seperti Surat Edaran Dirjen) yang menjelaskan detail implementasi dan kewajiban penggunaan SI-SILO. Ini menjadi panduan operasional agar semua pihak paham cara menggunakannya.

Jenis Alat yang Wajib Melalui SI-SILO

Berikut ini jenis alat yang harus punya KTP dari SI-SILO:

Si Raksasa Pengangkat

Semua alat angkat kayak crane, hoist, dan forklift harus inspeksi lengkap. Pemeriksaan dari badan mesin, sistem angkat, sampai kabel baja dilakukan biar nggak ada risiko ambruk atau malfungsi mendadak.

Si Penampung Tekanan

Boiler dan tangki bertekanan tinggi (bejana tekan) wajib punya sertifikat. Pemeriksaannya fokus ke ketahanan material dan katup pengamannya buat hindari bahaya ledakan atau kebocoran.

Ototnya Proyek Konstruksi

Excavator, bulldozer, dan pompa beton termasuk yang wajib diawasi. Nggak cuma mesin, sistem kontrol dan pengamanannya juga dicek ketat biar operasi di lapangan aman dan lancar.

Sumber Listrik & Distribusinya

Untuk urusan daya besar, genset, panel listrik, dan transformator harus bersertifikat. Tujuannya buat mencegah bahaya seperti korsleting, kebakaran, atau sengatan listrik di area kerja.

Peralatan Bantu Angkat Kecil

Jangan skip yang satu ini! Tali baja (wire rope), rantai, dan sling wajib diperiksa rutin lewat SI-SILO buat deteksi keausan atau cacat, karena kegagalan alat kecil ini bisa picu kecelakaan besar.

See also  Spesifikasi Tongkang Minimal yang Dibutuhkan untuk Mengangkut Batu Bara

Alur Sertifikasi Laik Operasi via SI-SILO

Berikut ini alur sertifikat alat berat via SI-SILO:

Tahap Apa yang Terjadi? Pelaku Catatan Penting
 Pendaftaran & Permohonan Lo buka portal SI-SILO, isi data perusahaan dan alat yang mau disertifikasi. Upload semua dokumen yang disyaratin. Pemilik/Pengguna Alat Pastikan semua data yang diisi valid. Ini dasar pemeriksaan nanti.
Verifikasi Administrasi Admin SI-SILO ngecek kelengkapan dan kebenaran dokumen yang sahabat konsultan upload. Kalau ada yang kurang, bakal diminta buat dilengkapi. Admin SI-SILO Tahap ini nemuin kesalahan data atau dokumen. Cek email/notifikasi portal secara rutin.
Penunjukan & Penjadwalan Inspeksi Setelah administrasi oke, sistem bakal nunjuk Lembaga Inspeksi (LI) resmi. Sahabat konsultan bakal koordinasi sama LI buat tentuin jadwal pemeriksaan onsite. Sistem SI-SILO & LI Sahabat konsultan bisa diskusi jadwal yang match dengan kesibukan operasional.
Pemeriksaan & Pengujian Teknis Tim inspektor dari LI dateng ke lokasi alat. Mereka bakal ngecek fisik, fungsi, keselamatan, dan kelengkapan alat secara detail dan hands-on. Lembaga Inspeksi (LI) Ini tahap kunci. Alat harus dalam kondisi siap diperiksa dan standby di lokasi yang disepakati.
Penerbitan Laporan & Rekomendasi LI masukin hasil inspeksi ke sistem SI-SILO. Mereka kasih rekomendasi: LAYAK atau TIDAK LAYAK operasi. Lembaga Inspeksi (LI) Hasilnya objektif berdasarkan standar. Kalau Not Layak, ada daftar temuan yang harus dibenerin dulu.
Penerbitan Sertifikat Laik Operasi (SLO) Jika rekomendasi LAYAK, Sertifikat SLO (biasanya dalam bentuk PDF yang udah ditandatangani digital) langsung diterbitin dan bisa di-download dari portal. Sistem SI-SILO Selamat! Alat sahabat konsultan sekarang udah punya “SIM” yang sah dan terdaftar resmi di database nasional.
Masa Berlaku & Perpanjangan SLO punya masa berlaku (biasanya 1-2 tahun). Nanti mendekati masa expired, sistem bakal ngasih notifikasi buat ngajuin perpanjangan dari awal lagi. Sistem SI-SILO Jangan sampe telat perpanjang! Operasi alat dengan SLO kedaluwarsa itu melanggar hukum dan berisiko.
See also  Jasa Sertifikat Laik Fungsi Bengkel Motor dan Mobil di Palembang, Global Ekpslorasi Pilihannya

Dokumen yang Dibutuhkan di SI-SILO

Berikut ini dokumen yang wajib disiapin:

Dokumen Identitas & Legalitas Perusahaan

Ini dasarnya. Siapin akta perusahaan, NPWP, NIB (Nomor Induk Berusaha), atau dokumen legal lain yang ngebuktiin kamu memang pemilik/pengguna alat yang sah. Bisa dibilang ini KTP-nya perusahaannya.

Spesifikasi Teknis & Manual Book Alat

Dokumen ini penting banget buat jadi acuan pemeriksaan. Siapin buku manual (manual book), lembar spesifikasi pabrik (name plate), dan gambar teknis yang jelas. Ini buat mastiin alat yang dicek sesuai data dan standar yang seharusnya.

Dokumen Kepemilikan atau Bukti Penguasaan Alat

Harus bisa ngebuktiin kalo alat itu emang milik atau berada di bawah tanggung jawab perusahaan kamu. Bisa berupa invoice pembelian, kontrak sewa (leasing), atau surat pernyataan kepemilikan.

Laporan Hasil Inspeksi Terakhir (Jika Ada)

Kalo alatnya pernah disertifikasi sebelumnya, siapin aja salinan laporan inspeksi dan sertifikat lama yang masih berlaku. Ini bisa bantu surveyor ngecek riwayat dan perkembangan kondisi alat.

Foto-foto Alat yang Jelas & Update

Jangan remehin poin ini! Siapin foto alat dari berbagai sudut (depan, belakang, samping, bagian dalam kabin, dan komponen utama seperti name plate) yang masih up-to-date. Foto yang jelas bantu proses verifikasi awal dan pencatatan visual.

Kesimpulan

SI-SILO adalah kunci biar proyek sahabat konsultan aman dan legit tanpa drama. Sistem digital ini memangkas ribetnya birokrasi sertifikasi alat berat jadi proses online yang efisien semua demi pastiin alat-alat vital di lapangan beneran “sehat” dan legal. Dengan ikutin sistem ini, sahabat konsultan udah membuktikan profesionalisme dan komitmen terhadap keselamatan kerja, yang ujung-ujungnya bikin proyek lancar, reputasi oke, dan yang paling utama: semua kru pulang dengan selamat. Intinya, patuhi SI-SILO, jaga semua aman!