konsultanpemetaan.com – Udah mati-matian bikin RAB, eh pas konstruksi volume keramik kurang 20 dus. Atau plafon di gambar mulus, pas eksekusi tukang butuh material lebih banyak. Bukannya untung, malah boncos karena biaya material dan tenaga kerja membengkak. Ini terjadi karena perhitungan volume pekerjaan non porosif kurang jeli . Mulai dari pasang keramik, plester, plafon, cat dinding, sampai instalasi listrik dan pipa air. Karena bentuknya ngikut desain dan finishing, volume pekerjaan ini rawan selisih. Makanya kita harus jago ngitung biar kontraktor happy dan kantong aman. Biar gak jadi ghosting proyek karena over budget, yuk bahas cara hitung volume pekerjaan non porosif yang bener!
Apa Itu Pekerjaan Non Porosif?
Jenis Pekerjaan Non Porosif yang Wajib Masuk RAB
Berikut ini beberapa jenis pekerjaan non porosif yang wajib masuk RAB:
Pasang Keramik Lantai & Dinding
Keramik kan materialnya padat dan nggak punya pori, jadi air nggak bakal tembus. Cocok banget buat area basah kayak kamar mandi, dapur, atau balkon. Hitungan volumenya pakai luas bersih (m²) plus waste 5-10% buat antisipasi potongan.
Plesteran Aci Halus
Plesteran yang diaci sampai mulus kayak kaca ini termasuk non porosif karena permukaannya rapet banget. Bedanya sama plesteran kasar yang masih berpori. Biasanya dipakai buat dinding dalam ruangan biar hasil catnya kinclong dan nggak gampang lembab .
Plafon Gypsum
Papan gypsum yang sudah dilapisi kertas khusus ini punya permukaan padat anti rembesan udara lembab. Makanya sering dipakai buat plafon kamar tidur atau ruang tamu biar nggak gampang berjamur. Hitung volumenya berdasarkan luasan (m²), tapi rangka hollownya juga dihitung.
Waterproofing
Waterproofing itu lapisan cair atau membran yang bikin lantai kedap air total. Wajib dipasang di kamar mandi, balkon, atau area cuci biar nggak bocor ke lantai bawah. Volumenya dihitung dari luas lantai plus dinding naik 20-30 cm .
Cat Epoksi
Cat yang satu ini beda sama cat tembok biasa. Epoksi punya sifat non porosif alias kedap air dan anti kimia. Sering dipakai buat lantai gudang, pabrik, atau area parkir karena tahan banting. Hitungannya pakai m², tapi perlu lapisan dasar biar hasilnya maksimal .
Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif Buat RAB
Rumus Dasar
1. Buat Pekerjaan Luasan (m²)
Rumusnya simpel: Volume = Panjang × Lebar
Ini dipakai buat:
-
Pasang keramik lantai
-
Plesteran & acian dinding
-
Plafon gypsum
-
Waterproofing
2. Buat Pekerjaan Panjang (m¹)
Rumus: Volume = Panjang total
Volume = Keliling ruangan – lebar pintu
Ini dipakai buat:
-
List plint keramik (pemanis pinggir lantai)
-
Rangka plafon bagian tepi
-
Instalasi pipa air bersih
Buat Pekerjaan Unit (bh)
Sahabat konsultan tinggal hitung jumlah unitnya dari gambar kerja
Contoh Hitung
Pekerjaan 1: Pasang Keramik Lantai
Langkah:
-
Ukur panjang & lebar ruangan (dalam meter)
-
Hitung luas = P × L
-
Tambahin waste:
-
Polos biasa: +5%
-
Motif diagonal / herringbone: +10-15%
-
Contoh:
Luas ruangan 6 m², keramik polos.
Volume total = 6 m² + (6 × 5%) = 6 + 0,3 = 6,3 m²
Note: Jangan lupa hitung plint-nya terpisah dalam satuan m¹
Pekerjaan 2: Plesteran & Acian Dinding
Langkah:
-
Hitung luas dinding kotor = keliling ruangan × tinggi dinding
-
Kurangi luas lubang (pintu + jendela)
-
Kalikan 2 (karena plester 2 sisi, dalam & luar)
Contoh:
Ruangan 3×4 m, tinggi dinding 3 m, ada pintu 1,8 m².
-
Luas kotor = (3+4+3+4) × 3 = 14 × 3 = 42 m²
-
Luas bersih = 42 – 1,8 = 40,2 m²
-
Volume plester (2 sisi) = 40,2 × 2 = 80,4 m²
Pekerjaan 3: Plafon Gypsum
Langkah:
-
Ukur luas langit-langit ruangan (sama kayak lantai)
-
Buat model flat biasa → langsung P × L
-
Buat model drop ceiling / bertingkat → hitung juga panjang list profil-nya
Contoh:
Ruangan 4×5 m, plafon flat biasa.
Volume = 4 × 5 = 20 m²
Pekerjaan 4: Waterproofing
Langkah:
-
Hitung luas lantai kamar mandi / balkon
-
Hitung luas dinding naik (keliling × tinggi naik, min 20-30 cm)
-
Jumlahkan keduanya
Contoh:
Kamar mandi 2×2 m, waterproofing naik 20 cm ke dinding.
-
Luas lantai = 4 m²
-
Keliling = 8 m, luas dinding naik = 8 × 0,2 = 1,6 m²
-
Total volume = 5,6 m²
Yang sering dilupain kontraktor kalo waterproofing itu bukan cuma di lantai doang.
Pekerjaan 5: Instalasi Pipa Air
Langkah hitung:
-
Hitung panjang total jalur pipa dari gambar (dalam meter)
-
Pisahkan per ukuran pipa (½ inci, ¾ inci, 1 inci)
-
Volume = panjang total (dalam m¹)
Contoh:
Pipa air bersih ukuran ½ inci dari tandon ke kamar mandi sepanjang 15 meter.
Volume = 15 m¹
Kesimpulan Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif untuk RAB Bangunan
Intinya, teliti itu kunci, toleransi itu wajib. Pekerjaan non porosif kayak keramik, plesteran aci, plafon, waterproofing, sampai cat epoksi itu baju bangunan yang kalau salah hitung apalagi lupa ngurangin lubang pintu atau kasih waste 5-10% jaminan proyek boncos. Baca gambar terbaru, pake rumus P×L, pisahin volume kotor & bersih, hindari double counting, pake koefisien SNI, semua harus jalan. Yang paling sering dilupain: waterproofing bukan cuma lantai, tapi naik ke dinding 20-30 cm. Kalau udah paham, RAB aman,

