Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif untuk RAB Bangunan, ini Kalkulasinya - PT. Digital Global Eksplorasi Indonesia Spesialis Konsultan Geologi Indonesia - Konsultanpemetan.com

Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif untuk RAB Bangunan, ini Kalkulasinya

Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif untuk RAB Bangunan,  ini Kalkulasinya

konsultanpemetaan.com – Udah mati-matian bikin RAB, eh pas konstruksi volume keramik kurang 20 dus. Atau plafon di gambar mulus, pas eksekusi tukang butuh material lebih banyak. Bukannya untung, malah boncos karena biaya material dan tenaga kerja membengkak. Ini terjadi karena perhitungan volume pekerjaan non porosif kurang jeli . Mulai dari pasang keramik, plester, plafon, cat dinding, sampai instalasi listrik dan pipa air. Karena bentuknya ngikut desain dan finishing, volume pekerjaan ini rawan selisih. Makanya kita harus jago ngitung biar kontraktor happy dan kantong aman. Biar gak jadi ghosting proyek karena over budget, yuk bahas cara hitung volume pekerjaan non porosif yang bener!

Apa Itu Pekerjaan Non Porosif?

Pekerjaan Non Porosif itu kayak “kulit” atau “baju” bangunan, Bedanya sama struktur, non porosif ini nggak nahan beban utama. Istilahnya dari dunia material, artinya bahan anti rembes contoh keramik, kaca, cat epoksi. Tapi di RAB, yang dimaksud ya finishing rapat kayak pasang keramik, plesteran aci halus, plafon gypsum, waterproofing. Bedanya sama struktural yang hitungannya berbasis beton & besi, volume non porosif wajib dihitung jeli berdasarkan luasan bersih (m²) karena rawan selisih.

Prinsip Dasar Menghitung Volume Pekerjaan

Berikut ini beberapa prinsip dasar menghitung volume pekerjaan:

No Prinsip Dasar Penjelasan Contoh Penerapan
1 Baca Gambar Kerja dengan Teliti Jangan asal ambil angka dari gambar lama atau feeling doang. Pastikan pakai shop drawing terbaru biar gak debat sama mandor di lapangan Hitung volume dinding berdasarkan gambar potongan terakhir, bukan denah awal yang udah direvisi
2 Gunakan Rumus Dasar yang Tepat Cukup kuasai rumus bangun datar & ruang (P×L, P×L×T, ½×a×t). Nggak perlu pake kalkulus, Sob! Luas lantai = P × L (m²). Volume beton = P × L × T (m³)
3 Pisahkan Volume Kotor & Bersih Jangan langsung kalikan mentah-mentah. Kurangi dulu bagian yang ketutupan atau berlubang Luas dinding bersih = luas kotor – luas pintu & jendela
4 Hindari Double Counting Jangan menghitung item yang sama dua kali. Misal area pertemuan balok & kolom cukup dihitung sekali Pertemuan balok & kolom dihitung sebagai kolom atau balok, jangan keduanya
5 Tambahkan Waste Factor Di lapangan pasti ada material pecah, kepotong, atau hilang. Kasih toleransi 5-10% biar aman Keramik lantai: luas bersih + (5-10% waste). Beton cor + (3% waste)
6 Gunakan Satuan yang Konsisten Pastikan semua ukuran dalam satuan yang sama (meter atau cm). Jangan campur-campur biar gak kacau Ubah semua cm ke meter dulu sebelum ngitung: 200 cm = 2 m
7 Acu ke Standar SNI untuk Koefisien Volume udah ketemu? Jangan pakai koefisien “kira-kira”. Pake SNI biar RAB sahabat konsultan valid 1 m² acian butuh 3,25 kg semen (SNI), bukan 3 kg atau 4 kg nebak sendiri
See also  Perbandingan RAB IPAL Konvensional dan Modern di Depok, Mana Lebih Efisien

Jenis Pekerjaan Non Porosif yang Wajib Masuk RAB

Berikut ini beberapa jenis pekerjaan non porosif yang wajib masuk RAB:

Pasang Keramik Lantai & Dinding

Keramik kan materialnya padat dan nggak punya pori, jadi air nggak bakal tembus. Cocok banget buat area basah kayak kamar mandi, dapur, atau balkon. Hitungan volumenya pakai luas bersih (m²) plus waste 5-10% buat antisipasi potongan.

 Plesteran Aci Halus

Plesteran yang diaci sampai mulus kayak kaca ini termasuk non porosif karena permukaannya rapet banget. Bedanya sama plesteran kasar yang masih berpori. Biasanya dipakai buat dinding dalam ruangan biar hasil catnya kinclong dan nggak gampang lembab .

Plafon Gypsum

Papan gypsum yang sudah dilapisi kertas khusus ini punya permukaan padat anti rembesan udara lembab. Makanya sering dipakai buat plafon kamar tidur atau ruang tamu biar nggak gampang berjamur. Hitung volumenya berdasarkan luasan (m²), tapi  rangka hollownya juga dihitung.

Waterproofing

Waterproofing itu lapisan cair atau membran yang bikin lantai kedap air total. Wajib dipasang di kamar mandi, balkon, atau area cuci biar nggak bocor ke lantai bawah. Volumenya dihitung dari luas lantai plus dinding naik 20-30 cm .

Cat Epoksi 

Cat yang satu ini beda sama cat tembok biasa. Epoksi punya sifat non porosif alias kedap air dan anti kimia. Sering dipakai buat lantai gudang, pabrik, atau area parkir karena tahan banting. Hitungannya pakai m², tapi perlu lapisan dasar biar hasilnya maksimal .

Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif Buat RAB

Rumus Dasar

1. Buat Pekerjaan Luasan (m²)

Rumusnya simpel: Volume = Panjang × Lebar

Ini dipakai buat:

  • Pasang keramik lantai

  • Plesteran & acian dinding

  • Plafon gypsum

  • Waterproofing

See also  Cara menentukan harga borongan Pemetaan Drone, berikut ini rinciannya

2. Buat Pekerjaan Panjang (m¹)

Rumus: Volume = Panjang total

Volume = Keliling ruangan – lebar pintu

Ini dipakai buat:

  • List plint keramik (pemanis pinggir lantai)

  • Rangka plafon bagian tepi

  • Instalasi pipa air bersih

Buat Pekerjaan Unit (bh)

Sahabat konsultan tinggal hitung jumlah unitnya dari gambar kerja

Contoh Hitung

Pekerjaan 1: Pasang Keramik Lantai

Langkah:

  1. Ukur panjang & lebar ruangan (dalam meter)

  2. Hitung luas = P × L

  3. Tambahin waste:

    • Polos biasa: +5%

    • Motif diagonal / herringbone: +10-15%

Contoh:
Luas ruangan 6 m², keramik polos.
Volume total = 6 m² + (6 × 5%) = 6 + 0,3 = 6,3 m²

Note: Jangan lupa hitung plint-nya terpisah dalam satuan m¹

Pekerjaan 2: Plesteran & Acian Dinding

Langkah:

  1. Hitung luas dinding kotor = keliling ruangan × tinggi dinding

  2. Kurangi luas lubang (pintu + jendela)

  3. Kalikan 2 (karena plester 2 sisi, dalam & luar)

Contoh:
Ruangan 3×4 m, tinggi dinding 3 m, ada pintu 1,8 m².

  • Luas kotor = (3+4+3+4) × 3 = 14 × 3 = 42 m²

  • Luas bersih = 42 – 1,8 = 40,2 m²

  • Volume plester (2 sisi) = 40,2 × 2 = 80,4 m²

Pekerjaan 3: Plafon Gypsum

Langkah:

  1. Ukur luas langit-langit ruangan (sama kayak lantai)

  2. Buat model flat biasa → langsung P × L

  3. Buat model drop ceiling / bertingkat → hitung juga panjang list profil-nya

Contoh:
Ruangan 4×5 m, plafon flat biasa.
Volume = 4 × 5 = 20 m²

Pekerjaan 4: Waterproofing

Langkah:

  1. Hitung luas lantai kamar mandi / balkon

  2. Hitung luas dinding naik (keliling × tinggi naik, min 20-30 cm)

  3. Jumlahkan keduanya

Contoh:
Kamar mandi 2×2 m, waterproofing naik 20 cm ke dinding.

  • Luas lantai = 4 m²

  • Keliling = 8 m, luas dinding naik = 8 × 0,2 = 1,6 m²

  • Total volume = 5,6 m²

Yang sering dilupain kontraktor kalo waterproofing itu bukan cuma di lantai doang.

See also  Jasa Sertifikat Laik Fungsi Bengkel Motor dan Mobil di Palembang, Global Ekpslorasi Pilihannya

Pekerjaan 5: Instalasi Pipa Air

Langkah hitung:

  1. Hitung panjang total jalur pipa dari gambar (dalam meter)

  2. Pisahkan per ukuran pipa (½ inci, ¾ inci, 1 inci)

  3. Volume = panjang total (dalam m¹)

Contoh:
Pipa air bersih ukuran ½ inci dari tandon ke kamar mandi sepanjang 15 meter.
Volume = 15 m¹

Kesimpulan Cara Hitung Volume Pekerjaan Non Porosif untuk RAB Bangunan

Intinya, teliti itu kunci, toleransi itu wajib. Pekerjaan non porosif kayak keramik, plesteran aci, plafon, waterproofing, sampai cat epoksi itu baju bangunan yang kalau salah hitung apalagi lupa ngurangin lubang pintu atau kasih waste 5-10% jaminan proyek boncos. Baca gambar terbaru, pake rumus P×L, pisahin volume kotor & bersih, hindari double counting, pake koefisien SNI, semua harus jalan. Yang paling sering dilupain: waterproofing bukan cuma lantai, tapi naik ke dinding 20-30 cm. Kalau udah paham, RAB aman,