Jasa Pemetaan Bangka Belitung | WA 62823-3330-5403

Pernakah kalian mengujungi Kepulauan Bangka Belitung? Provinsi ini terdiri dari dua pulau besar, yakni Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Selat Bangka memisahkan Pulau Sumatra dan Pulau Bangka. Pulau Bangka dan Pulau Belitung dipisahkan oleh Selat Gaspar. Di bagian utara provinsi ini terdapat Laut Tiongkok Selatan, bagian selatan adalah Laut Jawa dan Pulau Kalimantan di bagian timur yang dipisahkan dari Pulau Belitung oleh Selat Karimata. Tentu banyak sekali ya wilayah lautnya dan pastinya potensi kelautannya juga banyak. Berikut adalah ulasan dari Tim Global Eksplorasi Indonesia mengenai kondisi di Pulau Bangka dan Pulau Belitung.

Sebagai provinsi kepulauan, Provinsi Bangka Belitung memiliki sekitar 470 pulau dan yang berpenghuni hanyalah 50 pulau. Wah banyak juga pulau yang belum terpetakan ya. Pulau-pulau yang tidak berpenghuni ini seharusnya dipetakan potensinya sehingga dapat membantu meningkatkan pendapatan daerah. Potensi tiap pulau dapat berupa potensi flora dan fauna, pariwisata, hingga bahan tambang. Belum lagi kekayaan laut yang melimpah dapat digunakan sebagai industri perikanan tangkap, perikanan budidaya, pengolahan hasil perikanan, bioteknologi kelautan, dan lain sebagainya. Langkah awal untuk mmengeksplorasi kekayaan Bangka Belitung ini haruslah dengan pemetaan potensi wilayah. Pemetaan potensi wilayah ini dapat dilakukan oleh konsultan pemetaan. Pulau di Bangka Belitung yang sudah berpenghuni juga perlu ditingkatkan infrastrukturnya seperti pembangunan jalan ataupun jalur transportasi laut untuk mempermudah konektivitas di Bangka Belitung yang notabene adalah provinsi kepulauan. Pembangunan infrastruktur ini tak lepas dari peran konsultan pemetaan.

Pulau Bangka terdiri dari rawa-rawa, dataran rendah, bukit-bukit dan puncak bukit terdapat hutan lebat, sedangkan pada daerah rawa terdapat hutan bakau. Sejak abad ke-18, pulau ini menjadi pusat eksplorasi timah. Banyak ditemukan bahan galian timah di Bangka dan pertambangan timah di Bangka sepenuhnya dikuasai Pemerintah Indonesia. Timah memang merupakan sumber penghasilan masyarakat Bangka. Namun, adanya tambang timah ini memberikan dampak buruk pada lingkungan Bangka. Kerusakan hutan menjadi hamparan pasir sisa tambang timah, pantai yang kotor karena tambang timah lepas pantai, serta penurunan tanah merupakan dampak akibat penambangan timah. Deformasi atau penurunan tanah jika terjadi dalam kurun waktu yang lama dapat mengakibatkan suatu wilayah tenggelam. Hal ini terjadi di Bangka. Banyak wilayah di Bangka yang mengalami banjir sekitar 2 meter. Oleh karena itu perlu dilakukan monitoring deformasi serta penanganan banjir. Monitoring deformasi ini dapat dilakukan oleh konsultan pemetaan.

Begitulah kondisi di Bangka Belitung yang ditemui tim Global Eksplorasi Indonesia. Dalam mengeksplorasi lingkungan hendaknya kita juga memikirkan dampaknya yaa serta melakukan upaya untuk meminimalisir dampak negatif yang terjadi. Semoga artikel kali ini dapat memberi referensi bagi kita semua.

LEAVE REPLY

Your email address will not be published. Required fields are marked *